Mengenal apa yang dimaksud Resin Sintetis

Mengenal apa yang dimaksud Resin Sintetis
July 15, 2019 No Comments ARTIKEL, NEWS & ARTIKEL arsi

ARSI – Sebelumnya kita ketahui dahulu apa itu resin. Bahan resin itu yang pada awalnya masih berupa damar yang berasal dari pohon-pohon di hutan tropis di Asia Tenggara.

Seiring dengan perkembangan revolusi industri, penggunaan resin atau damar alamiah tersebut pun mulai tersaingi dengan adanya resin-resin sintetis yang bisa didapatkan dari pengolahan minyak bumi atau yang jamak disebut sebagai petrokimia.

Resin sintetis jelas memilik perbedaan mendasar jika dibandingkan dengan resin yang berasal dari alam. Bagaimanakah sebenarnya resin sintetis itu? Berikut adalah penjelasannya.

Para pakar sendiri menyebut resin sintetis sebagai suatu campuran dari bahan-bahan non metalik buatan dan biasanya berasal dari sejenis senyawa organic. Bahan-bahan senyawa organic ini bisa didapatkan dari proses dari pengolahan minyak.

Resin sintetis atau yang biasa disebut sebagai synthetic plastic ini dapat dibentuk menjadi berbagai macam bentuk kebutuhan komersial dari yang merupakan bahan untuk kebutuhan primer seperti bahan pakaian maupun bahan bangunan, maupun beberapa bahan lainnya seperti peralatan rumah tangga ataupun piranti elektronik sekaligus sebagai bahan utama pada aktivitas industri.

Resin sintetis sendiri memiliki sifat-sifat khusus berupa berkerat dan juga keras dan bahan-bahan pembentuknya secara kimiawi memiliki kesamaan dalam susunan polimer ataupun molekul kompleksnya yang tinggi.

Dalam pembentukannya, resin sintetis biasanya dibentuk dengan cara dipanasi dan ditekan. Hanya saja terdapat beberapa teknik tambahan lain yang biasanya berupa adanya reaksi kimia agar resin benar-benar bisa diproduksi menjadi resin yang dibutuhkan.

Ada atau tidaknya reaksi kimia ini ternyata dapat memberikan klasifikasi berbeda pada resin sintetis. Synthetic plastic atau resin sintetis adalah suatu campuran bahan non metalik buatan biasanya dari senyawa organic, yang dapat dibentuk menjadi berbagai macam bentuk kebutuhan komersial.

Misalnya bahan pakaian, bahan bangunan, peralatan rumahtangga dan elektronik, dan berbagai keperluan manusia lainnya. Istilah plasticmencangkup substansi yang fibrous (berserat) seperti karet, dan resinuous atau keras,dan kaku.

Semua bahan tadi secara kimiawi mwmpunyai kesamaan dan tersusun daripolimer atau molekul-molekul kompleks dengan berat molekul (BM) yang tinggi.Morfologi dan bentuk khusus dari molekul menentukan tingkatan apakah plastic ini berupa fiber, seperti karet atau suatu resin.Resin sintetis biasanya dibentuk dengan beberapa cara dengan pemanasan dan tekanan menjadi suatu benda yang berguna.

Bila resin dibentuk tanpa suatu reaksi kimia, misalnya pelunakan dengan pemanasan dan tekanan dan didinginkan kembali setelah terbentuk, resin diklarifikasikan sebagai termoplastik (thermoplastic).

Resintermoplastik dapat dilebur biasanya larut dalam pelarut organic. Sebaliknya bila terjadireaksi kimia selama pembentukan, sehingga hasil akhirnya secara kimiawi berbeda dengan substansinya aslinya.

Resin diklarifikasikan sebagai termoset(thermoset). Resin termoset umumnya tidak larut dan melebur. Adalah saat molekul inisiator menjadi aktif dan mulai mentransfer enersinya kepada molekul monomer.

Periode ini tergantung pada kemurnian monomer. Ketidak murnian monomer dapat bereaksi dengan grup aktif dan akan menyebabkan perpanjangan periode ini.

Lebih tinggi suhu lebih pendek periode induksi. Enersi yang berasal dariinisiator yang ditransfer ke monomer untuk membentuk monomer yang aktif adalah 16000-29000 kal/mol.

Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *