[tdc_zone type=”tdc_content” row_fixed=”yes” tdc_css=”eyJhbGwiOnsiYmFja2dyb3VuZC1pbWFnZSI6InVybChcImh0dHA6Ly9hcnNpLm9yLmlkL3dwLWNvbnRlbnQvdXBsb2Fkcy8yMDIwLzA5L2hpamF1LnBuZ1wiKSIsImRpc3BsYXkiOiIifX0=”]

[tdm_block_column_title title_tag=”h3″ title_size=”tdm-title-bg” content_align_horizontal=”content-horiz-center” title_text=”U2VqYXJhaCUyME9yZ2FuaXNhc2k=” tds_title1-f_title_font_family=”521″ tdc_css=”eyJhbGwiOnsiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==”]
[td_block_text_with_title]

ARSI, Asosiasi Resin Sintetik Indonesia adalah suatu wadah komunikasi para pelaku Industri kimia yang bergerak di bidang resin dan plasticizer.

Wadah ARSI ini di bentuk pada tahun 2006 berdasarkan inisiatif dari pendiri ARSI dan diajukan oleh Hamid Bagdadi, Haryadi Satyadinata, Purwanto, Markus Winarto, Halim Chandra, Herman Widjaja dan Albertus Nugroho di hadapan Notaris Aliya S Azhar dan rekan dengan tujuan utama  untuk lebih memajukan lagi industri resin dan plasticizer di Indonesia.

Pada awal pendiriannya ARSI masih menggunakan nama ASRI (Asosiasi Synthetic Resin Indonesia) yang kemudian namanya disempurnakan menjadi ARSI pada tahun 2012 melalui akte notaris Kania Susanty Edwin, SH dan diperkuat dengan pengesahan dari Departemen Hukum dan HAM No C-54.HT.01.03.TH.2006 tertanggal 20 Oktober 2006

Saat ini ARSI sudah memiliki 20 anggota dan menjadi sarana advokasi dan partnership dengan pemerintah dan pelaku kebijakan lainnya utk tercapainya suasana bisnis yang kondusif dan efisien demi memajukan industry resin nasional.

[/td_block_text_with_title]

[/tdc_zone]